Senin, 06 September 2010

BAHAGIAMU ADALAH BAHAGIAKU

"Dari teman, turun kehati. Dan cinta terpendam, perih hatiku". Itulah kata pepatah yang ada.
ketika aku masih duduk dibangku kelas VII SMP, aku berteman dekat dengan Andi. Dia adalah teman satu kelasku yang sudah ku anggap sebagai sahabatku sendiri. Yang mana si Andi memilki seorang adik perempuan yang usianya hanya satu tahun dibawahnya, yakni bernama bernama Indah. Meskipun aku berteman dengan Indah, hubungan kami tak terlalu dekat. Tak seperti antara aku dan Andi.
Empat tahun berlalu. Detik demi detik pun berlalu. Saat itu aku masih berteman dengan Andi dan Indah. Dan saat itu pula hubunganku dengan Indah bertambah dekat. Hari demi hari berlalu, kami bermain dengan riang gembira. Layaknya seorang kakak, ku coba untuk memberi perhatian kepada Indah.
Lambat laun, rasa itu pun datang. Rasa yang selama ini tak ada didalam benakku, tiba-tiba muncul mendorong diriku. Semakin besar perhatianku padanya, semakin besar pula rasa ini datang kepadaku. Indah yang selama ini hanya kuanggap sebagai seorang adik, tiba-tiba datang kehadapanku sebagai sesosok bunga mawar yang semerbak wanginya.
Saat ku coba tuk menghampiri mawar tersebut, jantungku berdetak kencang menahan asmara yang sedang tumbuh. Meskipun Indah tak seperti sesosok wanita yang kuharapkan selama ini, rasa cintaku padanya terus saja mendorong diriku untuk menghampirinya. Caranya menatapku, membuat hati ini lemah tak berdaya.
Walau cinta diujung tombak, akan tetapi keadaan berkata lain. Meskipun dirinya memberikan pengharapan kepadaku, ku coba tuk memendam rasa cintaku selama ini kepadanya. Karena aku tak ingin melihat dirinya menderita saat bersamaku, karena aku tak ingin melihat dirinya sedih saat bersamaku. Hanya satu yang kuharapkan, yakni semoga kelak dia akan hidup bahagia dengan yang lain.

"WAHAI TUHAN ! JAGALAH DIA SELALU UNTUKKU, BIMBINGLAH SELALU DIA DENGAN PETUNJUKMU, DAN BERILAH YANG TERBAIK BAGI DIRINYA".
"SEMOGA KELAK DIRINYA AKAN HIDUP BAHAGIA".

Sampai saat ini, mungkin rasa cintaku selama ini takkan pernah terucap dari lisanku terhadapnya. Biarlah ini menjadi memori hati kecilku yang akan selalu kuingat.